Jumat, 27 September 2013

FUNGSI SISTEM OTOT DAN PERSENDIAN SERTA MEKANISME KONTRAKSI OTOT

FUNGSI SISTEM OTOT DAN PERSENDIAN SERTA MEKANISME KONTRAKSI OTOT

1. Sistem Otot
Penerapan hukum fisika dan konsep teknik untuk tubuh manusia membutuhkan pengetahuan tentang struktur dasar dan fungsi dari sistem muskuloskeletal. Untuk seluruh tubuh untuk berfungsi secara normal, setiap substructute harus berfungsi normal. Keenam utama substruktur adalah: tendon, ligamen, fasia, tulang rawan, tulang, dan otot.
Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya menggelembung  membesar). Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot antagonis dan otot sinergis ;
1)   Gerak Antagonis
Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon (tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian belakang.
·         Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.
·         Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
2)   Gerak Sinergis
Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh : gerak tangan menengadah dan menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.

2. Sendi
Sebuah sendi adalah persatuan dari dua atau lebih tulang. Tergantung pada struktur, sendi diklasifikasikan sebagai sendi sinovial. Bila tidak ada jaringan antara (sendi) permukaan artikular, sendi berserat, di mana jembatan tulang rawan sendi. Kebanyakan sendi sinovial. Contoh sendi berserat adalah hubungan antara tulang tengkorak, sementara sendi tulang rawan yang ada di masa kanak-kanak, melayani tujuan pertumbuhan, dan sepanjang hidup antara tulang belakang sebagai diskus intervertebralis.