FUNGSI SISTEM
OTOT DAN PERSENDIAN SERTA MEKANISME KONTRAKSI OTOT
1. Sistem Otot
Penerapan hukum fisika dan
konsep teknik untuk tubuh manusia membutuhkan pengetahuan tentang struktur
dasar dan fungsi dari sistem muskuloskeletal. Untuk seluruh tubuh untuk berfungsi
secara normal, setiap substructute harus berfungsi normal. Keenam utama
substruktur adalah: tendon, ligamen, fasia, tulang rawan, tulang, dan otot.
Otot manusia bekerja dengan
cara berkontraksi sehingga otot akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya
menggelembung membesar). Karena memendek
maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat.
Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah
tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula, otot tersebut harus
mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus
ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot
pertama. Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain,
kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot
dengan kerja yang berbeda. Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi
otot antagonis dan otot sinergis ;
1) Gerak Antagonis
Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot
bisep dan trisep pada lengan atas dan lengan bawah. Otot bisep adalah otot yang
mempunyai dua tendon (dua ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di
lengan atas bagian depan. Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon
(tiga ujung) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian
belakang.
·
Untuk
mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan otot trisep berelaksasi.
·
Untuk
menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan otot bisep berelaksasi.
2) Gerak Sinergis
Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot
yang bergerak dengan arah yang sama. Contoh : gerak tangan menengadah dan
menelungkup. Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres
dengan otot pro nator kuadratus. Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang
rusuk akibat kerja sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.
2. Sendi
Sebuah sendi adalah persatuan
dari dua atau lebih tulang. Tergantung pada struktur, sendi diklasifikasikan
sebagai sendi sinovial. Bila tidak ada jaringan antara (sendi) permukaan
artikular, sendi berserat, di mana jembatan tulang rawan sendi. Kebanyakan
sendi sinovial. Contoh sendi berserat adalah hubungan antara tulang tengkorak,
sementara sendi tulang rawan yang ada di masa kanak-kanak, melayani tujuan
pertumbuhan, dan sepanjang hidup antara tulang belakang sebagai diskus
intervertebralis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar